JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Seleksi Nasional Masuk
Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Rochmat Wahab mengatakan, tidak
menolak kebijakan pemerintah yang menghapus jalur ujian tulis pada
SNMPTN 2013 mendatang. Akan tetapi, Rochmat menegaskan, seluruh proses
yang dilakukan dalam menentukan penerima jalur undangan harus
mengedepankan asas berkeadilan.
"Kita tidak menolak. Tapi semua harus mengedepankan fairness," kata Rochmat, di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (15/3/2012).
Dengan
dihapuskannya SNMPTN jalur ujian tertulis, maka akses masuk PTN hanya
menyisakan dua jalur penerimaan yaitu jalur undangan dan jalur ujian
mandiri.
Jalur undangan ditentukan berdasarkan nilai rapor
siswa dan hasil ujian nasional (UN). Dalam proses seleksi ini, kriteria
sekolah juga turut memengaruhi jumlah siswa yang berhak menerima jalur
undangan. Adapun, jalur ujian mandiri merupakan kebijakan yang diatur
oleh masing-masing PTN.
Rochmat mengusulkan tiga hal yang
harus diperhatikan agar penentuan penerima jalur undangan dapat
dilaksanakan dengan adil, yaitu mengevaluasi kembali nilai rapor
berdasarkan kriteria sekolah, mengubah norma UN, dan memberikan akses
lebih kepada siswa yang memiliki bakat khusus.
Evaluasi
nilai rapor, menurutnya, perlu dilakukan karena setiap sekolah memiliki
kriteria yang berbeda. Untuk itu, pemerintah harus membuat sistem untuk
mendukung langkah tersebut.
"Nilai rapor siswa itu bisa
dibedakan berdasarkan kriteria sekolahnya. Nilai 9 di sekolah bagus,
tentu berbeda dengan nilai 9 di sekolah standar," ujar Rochmat.
Sementara, terkait norma UN, Rachmat berpendapat, akan lebih baik jika
hasil UN disajikan dalam bentuk skor dan bukan sekadar lulus atau tidak
lulus. Alasannya, hal itu akan menciptakan hasil UN yang lebih
kredibel. Sebab, berdasarkan pengalaman penyelenggaraan UN di
tahun-tahun sebelumnya, hasil UN dapat dibedakan berdasarkan zona
pelaksanaannya.
"Saya lebih suka memainkan skor ketimbang lulus atau tidak. Itu akan lebih kredibel, membedakan antara white zone, blue zone, dan black zone," ungkapnya.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini menambahkan, pemerintah
juga harus memberikan akses lebih kepada siswa yang memiliki bakat
khusus. Siswa-siswa tersebut tidak harus memenuhi porsi akademik untuk
mendapatkan jalur undangan.
"Harusnya ada prosedur khusus untuk mereka," kata Rochmat
Sumber : Kompas.com
SNMPTN Jalur Undangan Harus Adil
Diposting oleh
Unknown
, Selasa, 22 Januari 2013 at 15.22, in
Label:
News Of education
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar